SATPOL PP VS. ANAK PENJUAL SAYUR (Atambua, Timor Barat)

SATPOL PP VS. ANAK PENJUAL SAYUR

Gambar

Senja, di sisa-sisa keramaian Pasar Baru Atambua

Di antara deretan toko yang mulai ditinggalkan pengunjungnya

Di antara jalanan searah yang mulai dilanggar penggunanya

Sebuah motor patroli melaju melawan arah

Senja, di sisa-sia keramaian Pasar Baru Atambua

Di depan sebuah toko sembako milik warga keturunan Cina,

Beberapa orang sedang menaikkan barang belian ke dalam mikrolet yang diparkir di depannya.

Sisa-sisa keramaian di waktu senja itu pun tersontak bangun

Seorang petugas Satpol PP dengan mengendarai motor patrolinya,

Tiba-tiba memasuki halaman toko.

Bersamaan dengan itu,

Seorang anak belasan tahun tiba-tiba berlari ke jalan raya.

Sebatang kayu sebagai pemikul sayur dagangannya dipegang erat-erat.

Ia terus berlari,

Dan Satpol PP itu pun terus mengejar dengan motor dan bunyi klakson yang memekikkan gendang telinga

Si Anak Penjual sayur itu terus berlari di antara laju kendaraan,

Sambil sesekali menepi di emperan pertokoan

Tepat di ujung gang sempit,

Anak belasan tahun itu menghentikan larinya.

Sesaat ia berdiri sambil membalikan tubuhnya.

Sebuah senyum merekah di antara hitam legamnya kulit yang dibungkus baju putih kusut dan celana biru yang kehitaman,  keritingnya rambut, dan tebalnya telapak kaki yang tak beralas.

Dengan jalan berlenggang ia memasuki mulut gang,

Sang Polisi Pamong Projo itupun mengumpat-ngumpat dari atas motornya…

Terhenti tepat di mulut gang, di tempat si anak penjual itu berdiri sebelumnya.

Bagi si anak penjual sayur, mungkin melenggangnya dirasakan sebagai sebuah kemenangan karena tak tertangkap.

Sedangkan entah bagi Si Satpol PP dengan berhentinya dia mengejar: mungkin….

Gangnya terlalu sempit dan motornya tak dapat masuk, atau…

Ia merasa kasihan pada Si Anak Penjual karena dilihatnya tinggal dua utas tali raffia sebagai gantungan sayur sawi dan kangkung yang berjatuhan saat dikejarnya.

Senja di sisa-sisa keramaian Pasar Baru Atambua

Hanya sorakan penyaksi yang menggema.

Atambua, 15 Oktober 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s